Rabu, 04 Maret 2020

Ronda, Kegiatan Malam Untuk Keamanan Bersama

Sbr:  kontan

Masalah keamanan lingkungan merupakan prioritas bagi seluruh lapisan masyarakat. Siang hari bukanlah waktu yang perlu ditakutkan dalam hal keamanan, tetapi bagaimana dengan malam hari di saat orang-orang sedang terlelap?


Di banyak wilayah di Indonesia terutama daerah perkampungan dan pedesaan dikenal adanya siskamling (sistem keamanan lingkungan) atau ronda untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing pada waktu malam hari. Biasanya masing-masing RT memiliki petugas rondanya masing-masing. Petugas ronda tersebut biasanya adalah bapak-bapak dan pemuda perwakilan dari rumah-rumah dalam lingkungan tersebut. Petugas ronda tersebut biasanya berjumlah sekitar 7—10 orang per kelompok. Baik orang kaya maupun miskin, semuanya wajib untuk mengikuti ronda demi keamanan bersama.

Para petugas ronda memiliki pos untuk berkumpul. Di Jogja, pos untuk berkumpul ini disebut dengan cakruk. Cakruk ini bangunannya seperti rumah limasan terbuka tetapi luasannya kecil namun dapat menampung para peronda. Yang tidak bisa dilepaskan dari cakruk ini adalah keberadaan kentongan. Kentongan adalah sebuah alat komunikasi yang terbuat dari kayu atau bambu yang dibunyikan dengan cara dipukul-pukul untuk memanggil warga sekitar apabila terjadi bahaya sehingga warga dapat berkumpul untuk mengatasi bahaya bersama.

Dalam menjaga keamanan, para peronda berkeliling dalam wilayahnya untuk memastikan wilayahnya aman. Saat tidak berkeliling, mereka berkumpul di pos ronda untuk menikmati kudapan yang dibawa salah satu peronda. Pemberi kudapan bergantian menyuplai kudapan tiap minggu. Biasanya yang menjadi kudapan mereka adalah kacang rebus, pisang rebus, gorengan, dan snack.

Dalam sejarahnya, pos ronda sudah hadir di tengah-tengah warga jauh sebelum kedatangan VOC. Menurut Abidin Kusno, seorang profesor sekaligus penulis buku, pos ronda atau gardu hadir di tengah-tengah warga sebagai representasi kuasa raja sebagai pusat kosmos (semesta). Pos ronda atau gardu dipandang demikian karena biasanya di pintu masuk keraton Jawa selalu terdapat gardu-gardu.

Keberadaan pos ronda ternyata vital ya bagi kehidupan masyarakat kita. Budaya ini amat patut kita dukung dan lestarikan. Kita yang bukan peserta ronda bisa mendukung dan melestarikan budaya ini lewat penyediaan makanan dan minumannya lho guys. Sederhana dan bermanfaat bukan? Salam Ronda!


Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pos_ronda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMASANGAN BENDERA MERAH PUTIH DI TANAH AIR

Sang Saka Merah Putih Hari kemerdekaan Republik Indonesia tinggal 16 hari lagi, 2 pekan lebih sedikit. Setiap tahun seluruh Indonesia...