Rabu, 25 Maret 2020

TRADISI MEMBAWA OLEH-OLEH DAN MACAM-MACAM OLEH-OLEH DI JOGJA

Toko Oleh-oleh

Hampir setiap orang di dunia ini mempunyai kebiasaan membawa oleh-oleh setiap habis pergi dari wisata. Kalau di Jepang, satu buah apel sudah bisa dikatakan sebagai oleh-oleh. Kalau di Indonesia khususnya Jogja kayak apa ya tradisi bawa oleh-olehnya?


Mungkin tidak semua orang di Jogja seperti ini, tetapi setiap kembali dari berwisata, bapak dan ibuku pasti selalu menyempatkan diri membeli oleh-oleh dalam jumlah besar. Hal ini sampai membuatku berpikir,”Ini nanti uangnya kalau habis gimana….” Ya begitulah. Sepertinya itu memang tradisi dari generasi ke generasi.

Setibanya di rumah, oleh-oleh akan dibagi rata untuk saudara-saudara dan tetangga. Jadi, semua mendapatkan bagiannya. Boros memang tradisi membawa oleh-oleh dalam jumlah besar, tetapi bagi orang tuaku yang lahir pada tahun 1960-an dan kejawen, tradisi seperti itu tidak bisa serta-merta dilepaskan.

Ternyata, tradisi membawa oleh-oleh itu ada sejarahnya lho. Menurut Sejarawan Agus Aris Munandar, tradisi tersebut berakar dari kebudayaan masa lalu. Berdasarkan catatan sejarah abad ke-14 dan 15, ilmu pengetahuan pun bisa dikategorikan sebagai oleh-oleh.  Diceritakan bahwa orang Sunda pergi ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Sekembalinya ke Jawa Barat, mereka bisa dikatakan berbohong telah bepergian ke sana kalau tidak bisa berbahasa Jawa. Jadi, kalau orang bepergian ke suatu tempat dan tidak membawa sesuatu, orang itu bisa dikatakan berbohong. Makanya setiap pergi dari suatu tempat, mereka akan membawa suatu bukti yang menyatakan kalau mereka benar-benar pernah mengunjungi tempat itu dengan membawa oleh-oleh.

Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdiri dari 1 kotamadya dan 4 kabupaten masing-masing memiliki makanan khasnya yang dapat kamu beli sebagai oleh-oleh. Berikut daftar wilayah Jogja tersebut beserta oleh-oleh khasnya.

NO
WILAYAH
OLEH-OLEH KHAS
1
Kab Sleman
Jadah Tempe, Peyek Welut, Keripik Jamur
2
Kab Bantul
Geplak, Mie Lethek
3
Kodya Yogyakarta
Bakpia, Yangko, Cokelat
4
Kab Kulon Progo
Cenil, Enting-enting Jahe, Gula Semut
5
Kab Gunung Kidul
Gatot, Thiwul, Walang Goreng

>>Peyek Welut
Peyek Welut atau Keripik Belut merupakan salah satu oleh-oleh dari daerah Godean, Sleman. Peyek Welut adalah belut goreng berbalut tepung yang sangat enak karena cita rasanya gurih. Kamu bisa mendapatkan peyek ini di Sentra Kuliner Belut Jl. Godean km 10. Harganya bervariasi tergantung besar-kecilnya belut sekitar Rp30.000,00—Rp140.000,00/kg. Kamu pun bisa membeli peyek tersebut sesuai berat yang kamu mau, tetapi sebaiknya minimal ¼ kg karena kurang dari itu jumlahnya pasti sangat sedikit.
 
Peyek Welut
>>Geplak
Geplak adalah makanan khas kab Bantul yang terbuat dari parutan kelapa dan gula jawa atau gula pasir yang dibungkus dengan kertas putih. Makanan ini dapat dijumpai dalam berbagai warna, bentuknya cenderung bulat, dan rasanya sangat manis. Harganya sekitar Rp28.000,00/kg.
 
Geplak
>>Bakpia
Bakpia adalah kue bulat kecil dengan isian tertentu yang dibuat dengan cara dipanggang. Bakpia ini berasal dari kota Jogja (aslinya dari Tiongkok). Isian bakpia tebal namun kulitnya tipis. Mulanya, isiannya hanyalah kacang hijau manis, namun seiring dengan perkembangan zaman, muncullah inovasi bakpia isi keju, durian, cokelat, nastar keju, dll. Selain itu, muncul pula inovasi produk bakpia kukus.
Gak usah bingung mau pilih merek bakpia apa. Semua merek bakpia di Jogja itu enak-enak. Ada bakpia bermerek 25, Kurnia Sari, 145, dll. Bakpia ini per kotaknya dihargai minimal Rp35.000,00, berbeda-beda harganya tergantung mereknya.
    
Bakpia
>>Enting-enting Jahe
Enting-enting jahe adalah olahan jahe parut, kelapa parut, dan gula jawa yang dipipihkan. Enting-enting ini berasal dari kab Kulon Progo. Cita rasa enting-enting ini adalah manis dan sedikit pedas jahe. Warnanya cokelat. Kualitas enting-enting terbaik menurut saya adalah ketika enting-enting ini renyah digigit.
 
Enting-enting Jahe
>>Walang Goreng
Dari namanya saja kita tahu bahwa makanan ini terbuat dari hama walang yang dibumbui lalu digoreng garing. Makanan ini berasal dari kab Gunung Kidul. Karena cukup sulit mendapatkannya, setoples walang goreng bisa dihargai Rp30.000,00 (isi 30 buah).
 
Walang Goreng


Referensi:

eksotisjogja.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMASANGAN BENDERA MERAH PUTIH DI TANAH AIR

Sang Saka Merah Putih Hari kemerdekaan Republik Indonesia tinggal 16 hari lagi, 2 pekan lebih sedikit. Setiap tahun seluruh Indonesia...