Sabtu, 11 Juli 2020

KEHIDUPAN MENURUT FILOSOFI TAKIR, salut dengan budaya Jawa

Takir Untuk Wadah Bubur
njajan.com

Ada bermacam-macam wadah yang bisa dibuat dengan daun pisang. Tiga di antaranya adalah takir, sudi, dan pincuk. Takir biasanya dibuat sebagai tempat nasi dalam nasi ater-ater (nasi dengan lauk dll yang dibagikan kepada warga karena ada hajatan). Takir ini ukurannya cukup besar untuk menampung nasi dan berbentuk balok tanpa tutup. Sudi, biasanya dipakai untuk tempat mie, capcay gandum, dan sambal kerni pada nasi ater-ater. Sudi ini ukurannya kecil, berbentuk lingkaran, dan mengerucut di tengahnya. Pincuk dibuat dengan melipat salah satu bagian daun pisang lalu dikunci dengan tusukan lidi. Pincuk biasanya dipakai untuk wadah bubur areh atau sate lonthong. Dalam memakan bubur areh, biasanya sendoknya dari daun pisang yang agak dilipat, dinamakan suru.


Takir dibedakan menjadi takir biasa dan takir ponthang. Takir ponthang adalah takir yang diberi helai janur. Takir dibuat dengan mengunci kedua sisi daun pisang dengan tusukan lidi sehingga bisa dijadikan wadah yang antitumpah. Takir dibuat dengan hati-hati agar tidak sobek dan samping kanan-kiri harus imbang, tidak tinggi sebelah.
   
Takir Ponthang
parenting.orami.co.id
Khusus takir, ternyata dalam penamaan dan pembuatannya ini mengandung filosofi tersendiri lho. Ada yang bilang, takir berasal dari kata “nata karo mikir (menata dan berpikir). Maknanya, kita perlu mempertimbangkan dan menata setiap langkah di kehidupan ini dengan tenang, seksama, mendalam, dan hati-hati agar mendapatkan hasil yang terbaik. Di lain pihak, Ketua Festival Jenang Solo 2017, Septando H. Safara menuturkan bahwa makna dari takir adalah takwa dan zikir di mana takwa dan zikir adalah wadah amalan-amalan kita terhadap Tuhan.

Keseimbangan antara samping kanan-kiri takir berarti dalam kehidupan diperlukan keseimbangan, harmoni, dan keselarasan agar tidak berat sebelah. Lidi yang mengunci takir melambangkan niat, tekad, dan keteguhan hati serta kegigihan dalam kehidupan agar tidak mudah jatuh dan putus asa.

Takir Untuk Wadah Kue
dapurzahra.com

Daun pisang digunakan karena zaman dahulu belum ada piring modern dan sejenisnya (adanya yang terbuat dari tanah liat sehingga kurang praktis). Selain itu, sampah daun pisang mudah terurai dan kembali ke alam (simbol hubungan manusia dan alam yang selaras dan tak terpisahkan).       





Terima kasih kepada:
Si Gori ⌣
Myself ♡

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMASANGAN BENDERA MERAH PUTIH DI TANAH AIR

Sang Saka Merah Putih Hari kemerdekaan Republik Indonesia tinggal 16 hari lagi, 2 pekan lebih sedikit. Setiap tahun seluruh Indonesia...