Selasa, 14 Juli 2020

PERANG LAWAN CORONA Versiku, Sebuah Cerita yang Akan Diwariskan

Covid-19
vivanews.com

Corona merupakan sebuah kejadian luar biasa di mana sebuah virus berhasil menginvasi hampir seluruh dunia. Perang melawan corona pun bisa ditemukan di mana-mana. Indonesia sendiri lebih memilih berdamai dengan corona dengan kaidah “New Normal” di mana penduduk sudah dibebaskan untuk beraktivitas di luar rumah namun dengan tetap Jaga Jarak, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Memastikan Sirkulasi Udara dalam ruangan lancar. Aku pribadi memilih untuk fifty-fifty. Berikut yang aku lakukan dalam #peranglawancorona #covid19.


1.      Berjualan dan Blogging
Ilustrasi Blogging
https://www.pexels.com/photo/girl-writing-on-a-black-keyboard-6469/

Jalan hidup aku sih. Untungnya aku hidup dengan berjualan tanpa tekanan sehingga aku bebas mau kerja di rumah ataupun kerja barang keluar sebentar untuk COD (Cash on Delivery). Aku berjualan; jamu instan serbuk seperti wedang jahe, beras kencur, kunyit asam, dll;  baking soda yang bisa digunakan untuk terapi uap kesehatan;  bahan mentah peachgum kolagen yang baik untuk menutrisi kulit;  dll. Selain itu, aku juga menulis di blog untuk mengabadikan tulisan-tulisan aku yang bersejarah.

2.      Keluar Cuma ke…
Warung Sayur
atmago.com

Aku kalau keluar selama corona ini cuma ke warung, pom bensin, tetangga sebelah, masjid bila tidak sakit, supermarket, dan keperluan bekerja. Ya cuma itu-itu aja. Tapi kalau di warung susah sih buat jaga jarak. Warungnya kecil, yang beli beberapa, bebas aja gak ada yang ngatur. Tapi lumayan daripada untuk kebutuhan rumah tangga belanjanya di pasar malah ketemu lebih banyak orang dan dari beberapa kampung.

3.      Berkebun dan Menikmatinya
Meja Kursi Untuk Menikmati Kebun
https://www.pexels.com/photo/architecture-chairs-contemporary-decorations-238377/

Aku tidak berwisata selama corona ini, tapi tidak apa-apa. Untungnya aku punya kebun, halaman yang bisa dinikmati sambil menyeruput minuman dan kadang makan. Ditemani angin yang berhembus dan gesekan dedaunan, aku pun menikmati kebunku.

4.      Tidak Wisata dan Nongki Cantik
Aku memutuskan untuk tidak berwisata selama pandemi corona masih ada. Di berita yang aku lihat, dikabarkan bahwa baru-baru ini Telaga Sarangan ditutup setelah seorang warganya positif covid-19. Daripada ada kejadian serupa kenapa-napa sih, lebih baik aku batasi diri aja.

Sekarang aku udah gak nongki cantik lagi. Tiap mau beli makan di warung atau tempat yang bisa dikongkowin, aku belinya di-takeaway, dibungkus aja, terus bawa pulang ke rumah, dan nikmati di rumah.
Take Away Food
https://www.pexels.com/photo/person-holding-a-slice-of-pizza-4109077/


5.      Rela Mengalah
Meski yang lain adem-ayem berwisata maupun nongki cantik, aku lebih memilih untuk menghindarinya. Perlu ada lah orang yang mengalah demi kemaslahatan bersama. Toh, bagi aku, menikmati kebun, hasil panen, dan cukup makan sudah bagus di saat pandemi corona ini meski pengen lebih.

Yang kusampaikan ini, mungkin akan menjadi cerita tersendiri bagi anak-cucuku kelak. Lumayan lah ada bahan cerita perjuangan ibu/ nenek kayak gini. Anyway, ini perang lawan corona versiku, apa versimu? Silakan komen di bawah.







Terima kasih kepada:
Akuuu
Gori

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMASANGAN BENDERA MERAH PUTIH DI TANAH AIR

Sang Saka Merah Putih Hari kemerdekaan Republik Indonesia tinggal 16 hari lagi, 2 pekan lebih sedikit. Setiap tahun seluruh Indonesia...